Terima kasih anda sudah berkunjung di Website Mentari_Nazihah | Silahkan Download Materi | Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Anda |Terima_Kasih|

Sabtu, 19 Mei 2012

Sejarah akuntansi dan Perkembangannya


SEJARAH AKUNTANSI SYARIAH (I)
Filed under: Ekonomi Syariah — 2 Komentar
24 Februari 2009
Zaman rasulullah dan Khaulafaur Rasyidin
Dari studi peradaban sejarah Arab, tampak sekali betapa besarnya perhatian bangsa Arab pada akuntansi. Hal ini terlihat pada usaha tiap pedagang Arab untuk mengetahui dan menghitung barang dagangannya. Hitungan ini dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan pada keuangan, baik keuntungan maupun kerugian. Hal ini biasa dilakukan karena saudagar-saudagar arab itu biasanya mengadakan dua kali perjalanan dagang dalam setahun, seperti yang dinyatan dalam firman Alloh Subhanahu wa ta’ala yang artinya:
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka berpergian pada musim dingin dan musim panas. Maka, hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (ka’bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS.Al Quraisy: 39)
Adapun tujuan akuntansi di kalangan bangsa Arab pada waktu itu adalah untuk mengetahui perubahan aset, dan bagi pedagang yang menetap, mereka menggunakan akuntansi sebagai sarana untuk mengetahui utang-utang dan di piutang. Setelah Islam muncul di semenanjung Arab di bawah pimpinan Rasululloh, serta telah terbentuknya Daulah Islamiyah di Madinah. Mulailah perhatian Rasululloh untuk membersihkan muamalah maliah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala bentuk penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan, monopli, dan segala usaha unuk mengambil harta orang lain secara batil.
Rasulullah lebih menekankan pada pencatatan keuangan. Ia mendidik secara khusus beberapa orang sahabat untuk menangani profesi ini dan mereka diberi sebutan khusus yaitu hafa zhatul amwal (pengawas keuangan). Para sahabat rasul dan para pemimpin umat Islam juga menaruh perhatian yang tinggi terhadap pembukuan (akuntansi) ini, sebagaimana yang terdapat dalam sejarah Khulafaurrasyidin. Adapun tujuan pembukuan bagi mereka adalah untuk mengetahui utang dan piutang serta perputaran uang, seperti pemasukan dan pengeluaran. Juga difungsikan untuk merinci dan menghitung harta keseluruhan untuk menentukan kadar Zakat yang harus dikeluarkan oleh masing-masing individu. Islam telah mulai melakukan akuntansi sejak abad pertama Islam diajarkan Rasulullah, sebagaimana tersebut di bawah ini:
1. Umar Ibnul-Khatab berkata: Hisablah dirimu sendiri sebelum kamu dihisab dan timbanglah kamu sebelum kamu ditimbang dan bersiaplah untuk menghadapi hari dimana semua amal dibeberkan.
2. Imam Syafi’i berkata: Siapa yang mempelajari hisab atau perhitungan, luas pikirannya.
3. Ibnu Abidin: Catatan atau pembukuan seseorang agen (makelar) dan kasir bisa menjadi bukti berdasarkan kebiasaan yang berlaku.
Pendekatan pendekatan dalam mengembangkan akuntansi syariah
A. Pendekatan deduktif dari sumber ajaran Islam
Tujuannya yaitu berdasarkan prinsip islam yang terdapat dalam ajaran Al-quran dan hadis. Kemudian tujuan tujuan tersebut digunakan untuk mengembangkan akuntansi kontemporer. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini akan meminimalisasi pengaruh pemikiran sekuler terhadap tujuan dan akuntansi yang dikembangkan.
B. Pendekatan hibrid
Pendekatan ini didasarkan pada prinsip syariah . dan persoalan masyarakat yang akuntansi syariah mungkin dapat membantu menyelesaikan argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa suatu metodologi islam harus memperhatikan relevansinya dengan masalah masyarakat yang telah diidentifikasi dan dianalisis dari sudut pandang islam.
penerapan pendekatan hibrid dipelopori oleh pemikir akuntansi syariah seperti Shahul hamssd, dll.

0 komentar:

Poskan Komentar